Sir John Cornforth, Ahli Kimia Tuli Peraih Nobel Tampil di Google Doodle
Siapa yang suka dengan pelajaran kimia? Atau kamu mahasiswa jurusan kimia yang setiap hari bermain di laboratorium saat melakukan penelitian. Pelajaran kimia memang asyik dan menyenangkan, terlebih bagi yang sangat suka dengan dunia micro partikel. Tapi bagi sebagian orang kimia adalah pelajaran yang menyiksa dan menyeramkan. Hal tersebut karena banyaknya rumus-rumus partikel yang membingungkan dan sulit untuk dicerna dengan akal.
Tapi faktanya banyak sekali kegunaan dari ilmu kimia ini. Dan tak sedikit ilmuan kimia yang memenangkan Nobel dari hasil penelitian yang dilakukannya. Seperti hari ini Google menampakkan sebuah doodle dengan gambar yang akrab bagi penyuka ataupun peneliti dan ahli kimia.
![]() |
| Google doodle ulang tahun ke-100 Ahli Kimia Sir John Cornforth - Google Doodle |
Dalam doodle tersebut tampak sebuah papan tulis kotak berwarna hitam dengan bingkai coklat motif kayu. Dalam papan tulis tersebut juga tampak coretan khas dari rumus kimia. Selain itu ada pula gambar peralatan yang biasa digunakan oleh ahli kimia di laboratorium seperti gelas ukuran, jurnal penelitian, bolpoint, hingga cawan penguap. Selain itu terdapat pula empat huruf yang melengkapinya membentuk tulisan Google.
Dan terakhir terdapat sebuah bingkai dengan foto seorang laki-laki berkacamata lengkap dengan pakaian jas dan dasi. Setelah ditelusuri ternyata foto dalam bingkai tersebut adalah seorang ahli kimia asal Australia yang bernama Sir John Cornforth. Dan tepat hari ini ia berulang tahun yang ke-100 tahun. Oleh karena itu Google menghadirkan Doodle khusus untuk sang ahli kimia peraih Nobel yang lahir pada 7 September 1917 di Sydney Australia ini.
Mengalami Tuli Sejak Remaja
Ternyata dibalik keahliannya di bidang kimia Sir John Cornforth ada hal yang menganggu alat pendengarannya. Ia sudah mengalami masalah pada pendengarannya sejak anak-anak. Dan saat usianya 20 tahun ia mengalami tuli total.
Hal tersebut membuatnya tidak bisa mendengarkan dosen saat kuliah di University of Sydney. Namun untuk mengapai cita-citanya dan kecintaannya pada ilmu kimia, ia melahap semua buku teks kimia. Tak hanya itu ia pun mencoba mempelajari dan memahami semua buku tersebut secara autodidak.
Kisah Cinta yang Chemistry Banget
Di samping ketertarikannya pada dunia kimia yang begitu tinggi. Ternyata kehidupan pribadinya pun begitu chemistry. Suatu hari ia bertemu dengan seorang ahli kimia lainnya, Rita Harradence di laboratorium kampusnya. Saat itu Rita memecahkan labu laboraturium dan meminta Cornforth untuk memperbaikinya. Nah dari kejadian itulah awal cerita romantis keduanya dimulai.
Tak berhenti disitu saja, pada tahun 1939 mereka berdua mendapat beasiswa untuk kuliah di Oxford. Dan keduanya pun memutuskan untuk menikah dua tahun setelahnya. Selain itu lebih dari 40 jurnal ilmiah berhasil ditulis kedua pasangan ahli kimia ini sepanjang hidupnya. Selain itu seorang putra dan dua orang putri melengkapi keluarga mereka.
Penelitian dan Hadiah Nobel
Selama di Oxford, Cornforth bergabung dengan tim yang membuat langkah besar dalam penelitian penesilin. Dan ia memiliki pengaruh mendalam pada penelitian penesilin selama perang tersebut. Setelah selesai dengan penelitian penesilin, Cornforth kembali kepada penelitiannya.
Dibantu oleh rekannya Vladimir Prelog ia melakukan penelitian tentang 'Setereokimia' yaitu struktur tiga dimensi dari berbagai reaksi kimia. Mereka berdua mempelajari tentang enzim yang mengaktifkan perubahan senyawa organik. Dan kesimpulan yang mereka tarik tentang penelitian ini menjadi pintu pembuka bagi penemuan selanjutnya, seperti pengembangan obat untuk menurunkan kolesterol.
Dan akhirnya Cornforth dan Vladimir Prelog dianugrahi Nobel Kimia pada tahun 1975 atas penelitian tersebut yang sangat membantu dunia. Selain Nobel Cornforth juga mendapatkan penghargaan Medali Corday-Morgan pada tahun 1949, Medali Royal di tahun 1982 dan pada tahun 1982 dirinya dianugrahi Medali Copley.
Selain penghargaan-penghargaan tersebut, Cornforth juga dihadiahi gelar kebangsawanan "Sir" pada tahun 1977. Ia juga adalah anggota Royal Society yang merupakan organisasi yang didirikan untuk memajukan ilmu pengetahuan. Dan Cornforth juga masuk dalam daftar Tokoh Australia Tahun Ini pada tahun 1975.
Sir John Cornforth meninggal pada usia 96 tahun di kota Brighton, Inggris tepatnya pada tanggal 14 Desember 2013. Namun karya jurnal ilmiah dan hasil penelitiannya masih digunakan hingga saat ini dan menjadi salah satu rujukan di beberapa universitas terkenal di dunia. Dan bagi kamu yang suka kimia wajib untuk mengetahui salah satu tokoh kimia dunia ini. Dan Cornforth membuktikan bahwa dalam keterbatasannya mampu menghasilkan karya yang luar biasa.
Posted by 
